Open Source Indonesia

Opens Source Software, Freeware dan Segala yang tentang buka-bukaan

Ternyata Komputer Lebih Manusiawi daripada Penggunanya

Posted by anoedie pada Januari 31, 2008

Komputer… Jaman sekarang siapa yang nggak kenal komputer?[kecuali yang bener2 nggak kenal, he5x]. Perangkat yang telah berjasa besar membantu tugas manusia. Pekerjaan yang tadinya bila dikerjakan manual bisa berbulan-bulan, kini bisa menjadi semakin singkat. Perangkat yang manut-manut saja disuruh sama penggunanya, nggak pernah mengeluh, nggak pernah minta imbalan, nggak pernah protes kalo kita naik gaji karena kerja dia, he5x. Lha yang dimaksud manusiawi gimana?

Jadi inget waktu mata kuliah Arsitektur Komputer semester awal dulu. Ketika kita [kelihatannya hanya] menghidupkan komputer, ternyata di dalam komputer terjadi banyak instruksi. Karena saking cepatnya kita taunya cuma dihidupkan trus komputernya hidup gitu aja.

Komputer ato sebutannya saat itu dikhususkan pada sistem mikroprosessor terdiri dari CPU [sering disebut Processor saja, banyak orang salah kaprah sih], memory dan I/O. Tentu saja mempunyai fungsi masing-masing, tapi tidak akan saya jabarkan [he5x]. Saya hanya mengkhususkan pada wujud kemanusiaan kompi tu seperti apa.

Saat CPU memerintahkan untuk mengambil/mengeluarkan sesuatu melalui perangkat I/O (input output), dia tidak akan langsung meberi instruksi. Tapi dia akan melakukan cek apakah perangkat I/O yang diinginkan ada (exists), kemudian cek apakah I/O bersedia/siap menerima perintah dari CPU. Bila I/O memberi jawaban bahwa dia siap, maka CPU baru memberi perintah.

Setelah perintah berhasil diterima, maka perangkat I/O memberi tanda bahwa dia sudah menerima perintah dan siap untuk menerima perinth selanjutnya. Inilah yang disebut dengan metode handshake (jabat tangan).

Ini hanyalah satu bagian kecil dari kemanusiaan komputer. Masih banyak kebaikan dan keteraturan komputer yang dulunya mencontoh perilaku manusia. Tetapi sekarang gantian manusia yang seharusnya mencontoh kebaikan komputer. Prinsip-prinsip dari komputer yang masih dipegang sampai sekarang, walaupun yang mengajarkan kebaikan tersebut [pembuat sistem komputer maksudnya, red] sudah mati.

Semoga menjadi bahan renungan dan pertimbangan. Bahwasanya kita tidak hidup sendiri. Ada banyak orang yang seharusnya juga kita perhatikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: